Ketika semakin banyak pilihan produk bambu tersedia di pasar, konsumen mulai melihat kea rah produk yang lebih ramah lingkungan, sebagai alternatif untuk produk lantai kayu, mebel, lemaring, penutup dinding, plafond. Bambu tidak hanya dianggap “hijau” tapi juga lebih unggul dari produk kayu biasa. Bambu lebih ringan tapi lentur dan lebih tahan tekanan dari beberapa jenis kayu yang umum dipakai seperti oak, maple dan lainnya. Lebih jauh lagi, bambu secra alami memiliki daya tahan terhadap kelembaban sehingga memuatnya lebih sulit terkena noda dan rusak akibat kelembaban. Bambu kian favorit bagi banyak desainer interior dan konsumen. Bahan bambu sangat mudah dibersihakan dan dirawat selain tentunya memiliki keindahan alami sebagainama kayu namun dengan pengaruh lingkungan yang lebih minimal
Arang bambu diproses dengan sistem yang dikenal dengan pyrolisis yakni pembakaran yang bertujuan untuk menghilangkan kadar air, sekaligus menjadikan bambu sebagai material karbon. Proses pembuatan arang bambu dapat dilakukan sebagaimana pembuatan arang kayu. Hanya saja untuk mendapatkan arang bambu dengan kualitas baik, waktu pembakaran dan suhunya harus di atur sedemikian rupa, jika terlalu panas atau kurang panas maka akan menghasilkan arang dengan kualitas rendah. Jika diproduksi dengan benar, arang bambu dapat menyaingi kualitas arang dari bahan kayu mangrove yang banyak digunakan saat ini.
Jika berbicara tentang bahan untuk pakaian, sebagai konsumen, kita tentu menginginkan bahan produk yang tidak saja ramah lingkungan tapu juga terlihat bagus, enak dipakai, dan nyaman. Dengan alasan inilah produk berbahan seperti rami kurang sukses di pasar, karena memiliki tekstur yang lebih kasar meski ramah lingkungan. Nah, bambu memiliki semua hal yang diinginkan pada sebuah pakaian.
- Tingkat penyerapan yang sangat baik. Bahan bambu dapat menyerap dan menguapkan kembali kelembaban dengan sanga cepat, karena sangat berpori dan selain itu teksturnya nyaman di kulit.
- Pengontrol Suhu. Dingin dan berongga membuatnya baik di cuaca yang hangat. Juga cocok di udara dingin. Bahan serat yang menyerap dan melepaskan kelembaban membuatnya cocok untuk segala cuaca.
- Higienis. Penelitian menemukan bahwa serat bambu memiliki sifat anti bakteri
- dan anti jamur yang unik, sejenis bio-agent yang dikenal dengan “bamboo kun”, bahkan setelah pencucian berkali-kali bahan ini tetap ada dan dapat berfungsi dengan baik sebagai deodorizer atau penghilang bau.
- Tidak Kaku. Karena kompoisi bahan seratnya bambu secara alami memiliki sifat anti-static, sehingga sangat nyaman ketika bersentuhan langsung dengan kulit.
- Konsumen yang memiliki kulit sensitif dan rentan terhadap alergi juga dapat memilih produk pakaian dari bambu karena seratnya lembut dan halus sehingga mengurangi kemungkinan ruam dan iritasi kulit
Dalam bentuk kerajinan, bambu dapat dijadikan banyak jenis produk, mulai dari mainan anak-anak, peralatan rumah tangga, hingga produk untuk pajangan/hiasan.
Diantara produk kerajinan yang dapat dibuat dengan bahan bambu adalah berupa: keranjang, tikar, krei/blind, panel, bilik-bilik atau dinding bambu, plafond, pembatas ruang, alat tulis, dan masih banyak lagi produk kerajinan lainnya yang berbahan bambu.
Untuk aplikasi pada produk kerajinan biasanya bambu diawetkan dengan bahan pengawet boric acid, dengan kadar rendah. Ini berguna untuk mencegah bahan iratan bambu terkena jamur.