Deprecated: Function create_function() is deprecated in /home/sahab469/public_html/blog/bl-kernel/helpers/text.class.php on line 209

Deprecated: Function create_function() is deprecated in /home/sahab469/public_html/blog/bl-kernel/helpers/text.class.php on line 209

Deprecated: Function create_function() is deprecated in /home/sahab469/public_html/blog/bl-kernel/helpers/text.class.php on line 209
Metode Pengawetan - Blog Sahabat Bambu

Metode Pengawetan

Metode dan cara mengawetkan bambu

Sahabat Bambu
Cover Image

Berdasarkan jangka waktu dan tujuan pemakaian bambu, metode pengawetan dapat dibagi menjadi dua jenis yakni pengawetan untuk keperluan jangka pendek dan pengawetan untuk keperluan jangka panjang. Di sini kita hanya akan membahas pengawetan untuk keperluan jangka panjang.

Perendaman Pangkal Bambu. Prinsip utama metode ini adalah penyerapan bahan pengawet oleh bambu melalui kapiler bambu. Bambu yang baru dipotong diletakkan vertical dalam larutan pengawet yang ditempatkan dalam drum atau tangki, hanya sebagian dari bambu yang terendam. Waktu perendama tergantung pada panjang bambu dan kelembabannya, umumnya antara 7 hingga 14 hari. Panjang bambu yang cocok untuk pengawetan jenis ini adalah maksimal 2 meter. Metode ini cocok untuk mengawetkan bambu dalam jumlah kecil dan bisa diaplikasikan pada bambu utuh maupun belah.

Perendaman Difusi. Cocok digunakan untuk bambu utuh dan belah. Prinsip utamanya adalah proses difusi, dimana bahan penawet masuk ke dalam bambu akibat adanya perbedaan konsentrasi larutan  dan keluarnya cairan bambu akibat tekanan osmosis. Percepatan proses perendaman difusi dapat terjadi dengan peningkatan kadar larutan dan pemecahan penyekat bagian dalam (buku) bambu. Karena melalui bagian yang dipecahkan tersebut larutan pengawet akan cepat masuk ke dalam ruas-ruas bambu yang berbeda. Pengawetan jenis ini cocok untuk skala besar, minimal 100 batang bambu sekali proses. Dibutuhkan kolam atau wadah yang besar untuk mengawetkan bambu dalam jumlah banyak. Pengembangan dan alternative lain sistem ini dapat berupa:

  • Perendaman dengan Pemanasan. Bambu direndam dalam larutan pengawet sambil dipanaskan untuk mempercepat proses penetrasi obatnya.
  • Perendaman vertical.  Bambu dilobangi, ditegakkan lalu diisi larutan pengawet. Tekanan air akan mempercepat proses penyerapan larutan pengawet. Pengawetan cara ini cocok diaplikasikan untuk bambu utuh dan panjang.

Penggantian cairan bambu dengan bahan pengawet. Metode ini dikenal dengan proses Boucherie yang dimodifikasi. Caranya adalah dengan memberikan tekanan untuk mengeluarkan cairan yang ada pada bambu yang masih basah dan pada saat bersamaan menggantikannya dengan larutan pengawet. Metode ini membutuhkan alat seperti pompa atau tangki tekanan, pipa-pipa atau selang karet yang di tempatkan di salah satu ujung bambu. Cocok untuk pengawetan bambu utuh dan masih basah. Karena jika bambu sudah kering proses penggantian cairan tidak akan terjadi.

Pengawetan Dengan Tangki Bertekanan. Pengawetan dengan tangki bertekanan cocok untuk bambu yang sudah kering  dan dapat memastikan penyerapan yang cepat dan sempurna. Prinsipnya adalah memaksa bahan pengawet masuk ke dalam bambu. Bahan pengawet yang dapat digunakan denga sistem ini adalah BoraxBoric, CCB, CCA dan Ter. Prosedur pengawetan dengan tangki bertekanan meliputi:

  • Proses vakum, bambu yang ditempatkan didalam tangki divakum untuk mengeluarkan udara yang ada.
  • Proses pengisian tangki dengan bahan pengawet sekaligus memberikan tekanan pada larutan agar masuk ke dalam bambu. Proses pengisian ini juga biasaya dikombinasi dengan sistem fluktuasi tekanan, dimana tekanan dinaik-turunkan agar dapat mempercepat dan menjamin penyerapan secara sempurna.
  • Kelebihan metode ini adalah pada waktu pengawetan bambu yang lebih cepat. Sedangkan kelemahannya adalah dibutuhkan banyak peralatan yang cukup mahal.